New York - Ekspor minyak mentah Iran pada bulan Maret 2012 merosot tajam sebear 300.000 barel per hari atau 14%.
Data tersebut dikeluarkan lembaga konsultan minyak untuk industri dan perusahaan, Petrologistic, akhir pekan ini seperti dikutip daricnbc.com. Kondisi ini telah memicu kenaikan harga minyak mentah di pasar global secara signifikan pada bulan ini. Penyebabnya karena sanksi AS dan sekutunya terhadap Iran dengan membaikot pembelian minyak dari Iran, akibat dugaan pengembangan program nuklir.
Minyak jenis Brent melanjutkan penguatan hampir 4% dengan penutupan pekan ini di level US$125,13 per barel. Meskipun pada pekan ini pasar mengalami aksi ambil untung. Demikian juga dengan minyak mentah AS, pekan ini ditutup di level US$106,87 per barel.
Harga minyak di pasar global naik karena mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS. Euro naik ke level tertinggi dalam tiga pekan terhadap dolar. Jadi harga minyak menjadi lebih murah bagi konsumen yang menggunakan mata uang lainnya. Hal ini terjadi sebelum data ekspor minyak mentah Iran.
Sebelum lonjakan harga akibat merosotnya ekspor Iran, Inernational Energy Agency (IEA) mengatakan tidak percaya akan ada gangguan pasokan minyak global. Sebab Arab Saudi dan negara Teluk sebagai produsen minyak akan meningkatkan pasokan ke pasar global.
Bahkan Arab Saudi pada Selasa 20/3/2012) pekan ini suap meningkatkan produksi menjadi 12,5 juta barel per hari dari produksi biasanya di 10 juta barel per hari.
Saksi penghentian ekspor minyak Iran tetap akan berlanjut. Perusaaah pengolahan minyak Malaysia, Petronas akan menghentikan impor minyak Iran mulai April mendatang. Hal ini mengikuti negara Asia lainnya yaitu Korea Selatan sejak dua bulan pertama 2012, Jepang, India dan China.
Sementara Uni Eropa Kamis kemarin mengulang kesepakatan untuk melakukan embargo penuh impor minyak Iran mulai 1 Juli 2012 mendatang.
Data tersebut dikeluarkan lembaga konsultan minyak untuk industri dan perusahaan, Petrologistic, akhir pekan ini seperti dikutip daricnbc.com. Kondisi ini telah memicu kenaikan harga minyak mentah di pasar global secara signifikan pada bulan ini. Penyebabnya karena sanksi AS dan sekutunya terhadap Iran dengan membaikot pembelian minyak dari Iran, akibat dugaan pengembangan program nuklir.
Minyak jenis Brent melanjutkan penguatan hampir 4% dengan penutupan pekan ini di level US$125,13 per barel. Meskipun pada pekan ini pasar mengalami aksi ambil untung. Demikian juga dengan minyak mentah AS, pekan ini ditutup di level US$106,87 per barel.
Harga minyak di pasar global naik karena mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS. Euro naik ke level tertinggi dalam tiga pekan terhadap dolar. Jadi harga minyak menjadi lebih murah bagi konsumen yang menggunakan mata uang lainnya. Hal ini terjadi sebelum data ekspor minyak mentah Iran.
Sebelum lonjakan harga akibat merosotnya ekspor Iran, Inernational Energy Agency (IEA) mengatakan tidak percaya akan ada gangguan pasokan minyak global. Sebab Arab Saudi dan negara Teluk sebagai produsen minyak akan meningkatkan pasokan ke pasar global.
Bahkan Arab Saudi pada Selasa 20/3/2012) pekan ini suap meningkatkan produksi menjadi 12,5 juta barel per hari dari produksi biasanya di 10 juta barel per hari.
Saksi penghentian ekspor minyak Iran tetap akan berlanjut. Perusaaah pengolahan minyak Malaysia, Petronas akan menghentikan impor minyak Iran mulai April mendatang. Hal ini mengikuti negara Asia lainnya yaitu Korea Selatan sejak dua bulan pertama 2012, Jepang, India dan China.
Sementara Uni Eropa Kamis kemarin mengulang kesepakatan untuk melakukan embargo penuh impor minyak Iran mulai 1 Juli 2012 mendatang.
Pada pekan kedua, Konsultan JBC Energi yang berbasis di Wina juga mengelurkan data produksi minyak Iran telah jatuh selama dua tahun terakhir menjadi 250 ribu bph atau 6,6 persen. Iran pun berpotensi kehilangan lebih dari 300 ribu bph tahun ini dan 200 ribu bph pada 2013.

0 komentar:
Posting Komentar