Jakarta- Ikatan Bankir Indonesia (IBI) mendukung rencana Bank Indonesia (BI) untuk membatasi kepemilikan asing dalam perbankan nasional.
"Kita percaya bahwa BI akan melakukan pemisahan existing yang sudah ada dengan yang akan datang. Kalau penurunan dari titik (kepemilikan) yang sudah ada saat ini perlu dilakukan secara bertahap," ujar Sekretaris Jenderal IBI Iqbal Latanro di Jakarta, Rabu (2/5/2012). Namun harus dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan shock bagi investor.
Menurutnya, bila kebijakan kepemilikan asing ini tidak diterapkan secara bertahap maka akan menimbulkan ketidakpastian di pasar saham serta di kalangan investor. Namun, IBI mendukung kebijakan tersebut.
"Kita percaya bahwa BI akan melakukan pemisahan existing yang sudah ada dengan yang akan datang. Kalau penurunan dari titik (kepemilikan) yang sudah ada saat ini perlu dilakukan secara bertahap," ujar Sekretaris Jenderal IBI Iqbal Latanro di Jakarta, Rabu (2/5/2012). Namun harus dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan shock bagi investor.
Menurutnya, bila kebijakan kepemilikan asing ini tidak diterapkan secara bertahap maka akan menimbulkan ketidakpastian di pasar saham serta di kalangan investor. Namun, IBI mendukung kebijakan tersebut.
"Misal yang dari (kepemilikan) 90 atau 60, kalau langsung diturunkan pasti akan ada syok berakibat ke pricing dan kepastian investor. Tapi saya dukung aturan BI ini," tuturnya.
Ia menilai, penerapan kebijakan tersebut tidak perlu dilakukan dalam jangka lama. Sekitar 5 tahun saja sudah cukup. "Kalau itu (8 tahun) kelamaan," ungkap Iqbal.
Kebijakan ini, lanjutnya, merupakan perlakuan setara bagi bank asing yang akan berinvestasi di Indonesia, karena selama ini bank lokal kerap kesulitan apabila ingin berinvestasi di luar negeri.
Ia menilai, penerapan kebijakan tersebut tidak perlu dilakukan dalam jangka lama. Sekitar 5 tahun saja sudah cukup. "Kalau itu (8 tahun) kelamaan," ungkap Iqbal.
Kebijakan ini, lanjutnya, merupakan perlakuan setara bagi bank asing yang akan berinvestasi di Indonesia, karena selama ini bank lokal kerap kesulitan apabila ingin berinvestasi di luar negeri.
"Saya sangat setuju, supaya ada equal treatment, bank asing buka disini dan kita disana," kata pria yang juga menjabat sebagai direktur utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) ini.
Ia pun menepis isu bahwa munculnya kebijakan ini merupakan respon dari keluhan bank-bank BUMN yang merasa dijegal untuk membuka cabang di luar negeri. "Ini untuk semua," ungkapnya.
Sebelumnya, BI berencana untuk menelurkan kebijakan yang akan mengatur kepemilikan investor asing dalam bank lokal. Aturan ini diharapkan akan bisa diterbitkan pada awal Juni 2012. [rus]
Ia pun menepis isu bahwa munculnya kebijakan ini merupakan respon dari keluhan bank-bank BUMN yang merasa dijegal untuk membuka cabang di luar negeri. "Ini untuk semua," ungkapnya.
Sebelumnya, BI berencana untuk menelurkan kebijakan yang akan mengatur kepemilikan investor asing dalam bank lokal. Aturan ini diharapkan akan bisa diterbitkan pada awal Juni 2012. [rus]

0 komentar:
Posting Komentar