Jakarta - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan cenderung terbatas pada pekan depan.
Hal itu didorong dari sentimen eksternal masih memiliki pengaruh signifikan ke pasar domestik. "Untuk sepekan tekanan jual kami perkirakan masih cukup kuat di IHSG dengan kisaran pergerakan di 4.030-4.209," ujar Kepala Riset PT Henan Putihrai, Felix Sindhunata, akhir pekan ini.
Lebih lanjut ia mengatakan, perubahan tatanan politik di Eropa pasca pemilu di Perancis dan Yunani mendorong kenaikan persepsi resiko investor. Selain itu, pasar akan cenderung wait and see menunggu kejelasan pemilu parlemen Perancis pada Juni. Felix pun merekomendasikan wait&seedan mengurangi agresifitas beli di pasar.
Lebih lanjut ia mengatakan, perubahan tatanan politik di Eropa pasca pemilu di Perancis dan Yunani mendorong kenaikan persepsi resiko investor. Selain itu, pasar akan cenderung wait and see menunggu kejelasan pemilu parlemen Perancis pada Juni. Felix pun merekomendasikan wait&seedan mengurangi agresifitas beli di pasar.
Hal itu mengingat kondisi pasar dan perkembangan politik Eropa yang bersifat sangat kualitatif dengan diikuti ketidakpastian pasar yang tinggi. Felix pun merekomendasikan saham yang berorientasi domesik pada pekan depan.
Selain itu, potensi pelemahan Rupiah juga masih cukup kuat dengan kisaran sepekan berada di level 9.179-9.326. Hal itu juga didorong dari penguatan mata uang dolar Amerika Serikat secara tajam dan pelemahan mata uang Asia. "Ini menunjukkan adanya alokasi portofolio ke safe heaven instrument secara massif dalam dua pekan terakhir," kata Felix.
Selain itu, potensi pelemahan Rupiah juga masih cukup kuat dengan kisaran sepekan berada di level 9.179-9.326. Hal itu juga didorong dari penguatan mata uang dolar Amerika Serikat secara tajam dan pelemahan mata uang Asia. "Ini menunjukkan adanya alokasi portofolio ke safe heaven instrument secara massif dalam dua pekan terakhir," kata Felix.

0 komentar:
Posting Komentar