Ingin Paru Tetap Sehat? Hindari Pekerjaan ini.. - gayahidup.inilah.com

Written By Unknown on Rabu, 09 Mei 2012 | 20.22


 Jakarta - Selain rokok dan gaya hidup tak sehat, kondisi lingkungan tempat seseorang bekerja juga dapat mempengaruhi kesehatan dan tingkat kerusakan pada paru-paru.

Paru-paru adalah salah satu organ pada sistem pernapasan yang berfungsi sebagai tempat bertukarnya oksigen dari udara yang menggantikan karbondioksida di dalam darah.

Proses ini dinamakan sebagai respirasi dengan menggunakan batuan haemoglobin sebagai pengikat oksigen. Setelah O2 di dalam darah diikat oleh hemoglobin, selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh.

Hampir 23.000 pekerja mengidap penyakit yang berhubungan dengan paru-paru di tahun 2008, seperti yang diperkirakan oleh Departemen Tenaga Kerja di Amerika Serikat. Kronisnya, lebih dari 16.000 orang meninggal dari penyakit tersebut setiap tahunnya.

Dilansir Health.com,berikut beberapa jenis pekerjaan yang membahayakan kesehatan paru-paru Anda.

Pusat kesehatan

Sekitar 8-12% petugas medis biasanya sensitif dengan bubuk residu yang terdapat dalam sarung tangan karet. Inilah yang bisa memicu reaksi asma hebat.
Bahkan, meski orang lain yang mengenakan sarung tangan itu, bisa saja reaksi alergi muncul karena ada unsur karet yang terbang ke udara.

"Bahkan ketika digunakan di ruangan yang sama, sedikit dari lateks terpapar di udara dan orang-orang menjadi alergi karenanya," kata Dr Philip Harber,Profesor sekliagus Kepala Divisi Kerja dan Pengobatan Lingkungan di UCLA.

Cara yang terbaik adalah menukar sarung tangan karet menjadi sarung tangan sintetis yang tidak berunsur karet.

Pertambangan

Petugas tambang sangat berisiko tinggi mengalami beragam penyakit paru karena terekspos debu. Bahkan unsur quartz atau airborne silica bisa memicu silicosis, penyakit yang dapat melukai paru-paru.

Penambang batu bara juga berisiko mengalami penyakit paru yang disebut pneumoconiosis. Inilah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh adanya partikel (debu) yang masuk atau mengendap di dalam paru-paru.
Pneumoconiosis terdiri atas beberapa jenis, tergantung dari jenis partikel yang masuk atau terisap ke dalam paru-paru.

Dengan menggunakan masker penyaring debu dan menghilangkan kebiasaan merokok dapat mengurangi risiko.

Pekerja transportasi

Sopir truk, pekerja bongkar barang, dan petugas kereta api bisa memicu COPD. Dalam studi pada 2004, ada kaitan antara tingkat kematian akibat kanker paru-paru yang meningkat dan pekerja rel kereta api AS setelah industri itu beralih dari batu bara ke mesin diesel pada 1950-an.

Untuk mengatasi ini, diusahakan agar bisa menjauh dari sentuhan langsung mesin diesel dan menggunakan masker pelindung untuk mengurangi risiko.

Konstruksi

Pekerja yang menghirup debu di pembongkaran atau renovasi berisiko tinggi terkena kanker paru-paru, mesothelioma, dan asbestosis; penyakit yang menyebabkan jaringan parut dan kekakuan paru-paru.

"Kami mengkhawatirkan pekerja yang sudah bekerja sejak 20-30 tahun lalu," kata Harber.

Masa itu adalah ketika banyak produk yang mengandung asbes tidak dilarang. Memakai pakaian pelindung, termasuk respirator, ketika bekerja di sekitar bangunan tua dan menghindari merokok dapat membantu mencegah penyakit serius.

Petugas pemadam kebakaran

Petugas pemadam bisa menyedot asap dan berbagai unsur kimia yang muncul dari gedung yang terbakar. Kendati ada masker khusus yang melindungi, tak jarang petugas luput menggunakannya.

Padahal terpaan zat beracun tetap mengancam meski api telah padam. Lantaran itulah para petugas diimbau agar mengenakan perangkat perlindungan pernapasan ketika bertugas memadamkan api.

Pabrik roti

Pembakaran roti atau kue mempercepat risiko asma, yang diperkirakan 15% kasus asma didapat pada orang dewasa dari pekerjaan ini.
"Pekerja yang terkena debu tepung berisiko tinggi sensitif dan kemudian alergi," kata Dr Harber.

Sebuah reaksi asma dari enzim yang digunakan untuk mengubah adonan, serta alergi gudang penuh serangga kecil seperti kumbang dan ngengat adalah pemicunya. Ventilasi yang baik dan penggunaan masker pelindung dapat membantu mencegah penyakit di pabrik roti maupun kue.

Industri otomotif

Asma adalah risiko bagi mereka yang melakukan pengecatan mobil. Produk isosianat dan poliuretan, dapat mengiritasi kulit, membuat alergi, dan menyebabkan sesak di dada serta mengalami kesulitan bernapas yang parah.

"Jumlah kecil isosianat dapat memicu serangan asma setelah Anda terbiasa menghirupnya," kata Dr Harber.

Cara mencegahnya? Respirator, sarung tangan, kacamata, dan ventilasi yang baik dapat membantu. [mor]

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik