Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (9/4/2012) ditutup melemah tajam 60 poin (0,65%) ke 9.170/9.177 dari posisi sebelumnya 9.110/9.120.
Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, pelemahan rupiah hari ini dipicu oleh pasar yang mengawali pekan ini diwarnai sentimen negatif yakni aksi jual pascarilis data nonfarm payroll AS yang angkanya di bawah ekspektasi.
Nonfarm payroll AS mencatatkan penurunan jadi 120 ribu dari ekspektasi 203 ribu. Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 240. "Karena itu, rupiah ditutup pada level terlemahnya 9.170 dari posisi pembukaan 9.140 setelah mencapai level terkuatnya 9.105 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (9/4/2012).
Buruknya data tenaga kerja AS menurut Daru, pada mulanya memang membuat dolar AS melemah seketika. Di sisi lain, mata uang yang bersebrangan dengan dolar AS seperti euro, dolar Australia, poundsterling, dan Swiss franc, mengalami penguatan. "Namun, pada akhirnya, pada akhir sesi yakni penutupan perdagangan mata uang dolar AS kembali mengalami penguatan terhadap rupiah," timpalnya.
Pasalnya, minat pasar pada aset safe haven dolar AS cukup tinggi dan rupiah kembali melemah. Kondisi ini dipicu oleh sentimen negatif yang mewarnai pasar pasca buruknya lelang obligasi negara Spanyol pada Kamis (5/4/2012) pekan lalu. "Karena itu, pasar waswas dan takut munculnya kembali krisis utang Eropa," timpalnya.
Ketakutan pasar, kata dia, ditandai dengan yield obligasi Spanyol yang tinggi. Tingginya yield obligasi Spanyol menimbulkan kekhawatiran baru bahwa nantinya akan membebani tingkat utang Spanyol. "Spanyol pun, tidak akan mampu mencapai penghematan anggaran yang semula dicanangkan," ucap Daru.
Semua itu, kata Daru, jadi tekanan bagi rupiah meskipun dolar AS masih melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa).
Indeks dolar AS melemah tipis ke angka 79,86 dari sebelumnya 80,07. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,3075 dari sebelumnya US$1,3066 per euro," imbuh Daru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar