Pick-up Merajai Jalanan Thailand - teknologi.inilah.com

Written By Unknown on Senin, 09 April 2012 | 02.29


 Bangkok - Menjelajah Thailand kita bisa memperkirakan betapa maju industri otomotif di sini. Mobil-mobil bagus lalu lalang di mana saja di Thailand. Sedan-sedan kompak keluaran Toyota dan Honda, yang juga diekspor ke Indonesia, memenuhi megapolitan Bangkok.
Tapi yang mendominasi adalah pick up kabin tunggal maupun kabin ganda. Baik yang gardan ganda maupun tunggal. Pitchai, 43 tahun, seorang wiraswatawan di Bangkok, memiliki sebuah Isuzu Highlander bermesin 2.500 cc dengan gardan ganda. Mobil ini dibelinya akhir tahun lalu dengan harga 800.000 baht, sekitar Rp240 juta. Menurutnya, mobil ini memang serba guna.
Pick up ini menjadi “kaki” penting Pitchai dalam menjalankan bisnis eceran pakaian wanita di kawasan sorga belanja di Ma Boon Klong (MBK), Bangkok. Ia bisa mengangkut berkoli-koli pakaian yang dibungkus glangsi, sejenis karung plastik. “Berkat mobil ini, saya bisa menjalankan bisnis saya dengan nyaman. Isteri saya membantu saya,” ujarnya ketika ditemui kemarin (5/3) di MBK itu.
Dan hampir semua pedagang di MBK maupun kawasan belanja Pratunam umumnya mengandalkan mobil-mobil pick up mereka untuk mendukung roda bisnis.
Adabanyak merek mobil pick up yang dijual di Thailand. Isuzu mengeluarkan D-Max berbahan bakar minyak solar dengan berbagai varian. Ada D-Max Spark dengan kabin dan garda tunggal bermesin 2.500 cc. Ini seri termurah D-max yang dipasarkan dengan harga 470.000 baht (1 baht = Rp 300 an). D-Max Space Cab , D-Max Cab 4, D-Max Highlander 2 Dr, D-Max Hi-Lander 4 Dr, D-max V Cross, D-Max Choiz.
Di kelas D-Max Hi-Lander 3.000 cc transmisi otomatis, dijual dengan harga 915.000 baht. Sedangkan D-Max V-Cross Z Prestige i-Genii AT 4x4 dijual dengan harga 987.000 baht. Tetmahal adalah serie D-Max MU-7 Seater, 3.000 cc yang dipasarkan dengan harga 1.333.000 baht.
Juga ada berbagai varian pick up keluaran Ford, Chevrolet, Mitsubishi, Mazda dan Toyota. Merek-merek Jepang dan Amerika mendominasi pasaran mobil pick up Thailand.
Artinya, mobil-mobil pick-up rakitan Thailand, dari yang kabin dan gardan tunggal, hingga kabin dan gardan ganda yang termahal pun masih sangat terjangkau kalangan kelas menengah Thailand. Yang termahal pun masih di bawah 450 juta.
Pemerintah Thailand memang memiliki kebijakan khusus pro rakyat dengan menciptakan mobil serba guna yang banyak memberi manfaat untuk pertumbuhan ekonominya.
Beda dengan Indonesia, harga mobil di Thailand dijual dengan harga relatif murah dan memang pro rakyat. “Tapi jangan lupa, harga bensin disini sudah 40 baht (Rp12 ribu lebih) per liter dan bisa naik sewaktu-waktu. Mobil boleh murah BBM mahal. Tapi untuk bus, taksi, thuk-thuk dan truk umunya sudah memakai gas yang harganya sekitar sepertiga dari harga bensin atau solar,” ujar Prom, 32 tahun, pedagang di kawasan Pratunam.
Meskipun bensin dan solar dijual dengan harga mengikuti gejolak harga minyak mentah dunia, tapi sepertinya rakyat Thailand tak merasa berat menjalani kehidupan ekonominya. Mengapa mereka bisa bersikap seperti itu?
Pemerintah Thailand dengan serius memberangus para penimbun suplai beras dan BBM dengan sangat ketat. Beras dan BBM adalah komoditi politis yang harus dijaga kestabilannya. Harga beras dan BBM berpengaruh langsung terhadap harga-harga barang dan jasa lainnya di Thailand.
Harga-harga komoditas, selain BBM, tidak banyak naik dibanding zaman Takshin Sinawatra menjadi perdana menteri. Penginapan di seantero Thailand jarang yang mencantukan tarif dalam dolar Amerika Serikat. Tetap dalam mata uang baht dan sangat murah. Sebuah hotel bintang empat di Hat Yai, hanya mengutip tarif 800 baht semalam atau di bawah Rp500 ribu semalam. [mdr]

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik