Jakarta - Penyakit kanker stadium 4 yang tengah menggerogoti Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih memaksa dirinya untuk mengajukan pengunduran diri sebagai pembatu presiden Susilo Bambang Yudhoyono per Kamis (26/4).
2,5 tahun masa jabatan yang diemban Menkes memang tergolong singkat untuk pembantu presiden sekelas menteri. Namun dengan singkatnya masa jabatan tersebut bukan berarti Menkes tidak pernah melakukan sesuatu yang berarti.
Berikut beberapa karya 'hebat' Menkes selama menjadi pembatu SBY sejak Oktober 2009 :
Pemberlakuan Jampersal
Pada masa jabatannya Endang telah berhasil memberlakukan Jampersal (jaminan persalinan) yang membuat ibu melahirkan dari keluarga tak mampu bisa bersalin gratis dengan imbalan mau ikut KB.
Pemberian ASI eksklusif
Endang mewajibkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif yang dikuatkan dalam Peraturan Pemerintah, melarang iklan dan tenaga medis menyebarkan pemberian susu formula, mewajibkan perkantoran untuk membuat ruang menyusui.
Tetap fokus pada wabah flu burung
Wabah flu burung memang tidak dapat di prediksi di Indonesia, terkadang surut atau malah sebaliknya. Karenanya saat masih menjabat sebagai Menkes, Endang fokus pada masalah penyakit flu burung yang sewaktu-waktu bisa mewabah lagi di Indonesia.
Tenaga medis baik di rumah sakit, bandara maupun pelabuhan dilatih untuk bisa menangani kasus flu burung. Rumah sakit utama di daerah kini juga sudah memiliki ruang isolasi flu burung.
Tak hanya itu, Endang Rahayu Sedyaningsih juga tetap concern terhadap penyakit dasar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, kaki gajah, agar Indonesia bisa mencapai target MDG's.
2,5 tahun masa jabatan yang diemban Menkes memang tergolong singkat untuk pembantu presiden sekelas menteri. Namun dengan singkatnya masa jabatan tersebut bukan berarti Menkes tidak pernah melakukan sesuatu yang berarti.
Berikut beberapa karya 'hebat' Menkes selama menjadi pembatu SBY sejak Oktober 2009 :
Pemberlakuan Jampersal
Pada masa jabatannya Endang telah berhasil memberlakukan Jampersal (jaminan persalinan) yang membuat ibu melahirkan dari keluarga tak mampu bisa bersalin gratis dengan imbalan mau ikut KB.
Pemberian ASI eksklusif
Endang mewajibkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif yang dikuatkan dalam Peraturan Pemerintah, melarang iklan dan tenaga medis menyebarkan pemberian susu formula, mewajibkan perkantoran untuk membuat ruang menyusui.
Tetap fokus pada wabah flu burung
Wabah flu burung memang tidak dapat di prediksi di Indonesia, terkadang surut atau malah sebaliknya. Karenanya saat masih menjabat sebagai Menkes, Endang fokus pada masalah penyakit flu burung yang sewaktu-waktu bisa mewabah lagi di Indonesia.
Tenaga medis baik di rumah sakit, bandara maupun pelabuhan dilatih untuk bisa menangani kasus flu burung. Rumah sakit utama di daerah kini juga sudah memiliki ruang isolasi flu burung.
Tak hanya itu, Endang Rahayu Sedyaningsih juga tetap concern terhadap penyakit dasar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, kaki gajah, agar Indonesia bisa mencapai target MDG's.
Begitu juga dengan penyakit HIV AIDS dan penyakit-penyakit tidak menular seperti kanker atau penyakit langka Guillain barre syndrome (GBS) mendapat bantuan untuk pengobatan gratis atau dengan subsidi.
Resolusi virus
Di forum internasional, Endang berhasil membuat angota WHO menyepakati resolusi virus sharing yang diperjuangkan Indonesia sejak 2007. Dalam sidang WHO yang berlangsung 16 Mei 2011 itu, negara-negara anggota WHO telah menetapkan kerangka kerjasama multilateral dalam mekanisme virus sharing, akses pada vaksin dan manfaat lainnya. (berbagai sumber)
Di forum internasional, Endang berhasil membuat angota WHO menyepakati resolusi virus sharing yang diperjuangkan Indonesia sejak 2007. Dalam sidang WHO yang berlangsung 16 Mei 2011 itu, negara-negara anggota WHO telah menetapkan kerangka kerjasama multilateral dalam mekanisme virus sharing, akses pada vaksin dan manfaat lainnya. (berbagai sumber)

0 komentar:
Posting Komentar