Jakarta – Hingga penutupan, IHSG diprediksi kembali ke zona hijau. Positifnya sentimen regional dan rilis kinerja emiten jadi katalisnya. Cermati saham berlaba kinclong!
Pada sesi pertama perdagangan Jumat (27/4/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 8,51 poin (0,20%) ke level 4.171,795. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45
yang turun 2,05 poin (0,29%) ke angka 710,144.
Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,8 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 5,08 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp2,1 triliun di pasar regular dari total Rp2,3 triliun dan frekuensi 67.028 kali. Sebanyak 108 saham menguat, sedangkan 142 saham melemah dan 83 saham stagnan.
Pelemahan indeks, justru iwarnai aksi beli dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp1,3 triliun. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp2,4 triliun sedangkan transaksi jual sebesar Rp1,16 triliun.
Sektor saham bergerak variatif. Saham-saham yang mengalami penguatan di sektor aneka industri 1,37%, disusul infrastruktur 0,89%, properti 0,45%, manufaktur 0,10%, perkebunan 0,06%. Sektor keuangan justru melemah 1,13%, pertambangan 0,33%, konsumsi 0,82%, perdagangan 0,51%, dan industri dasar turun 0,03%.
Analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, sentimen positif dari regional dan global menambah tenaga penguatan IHSG pada perdagangan kemarin. “Karena itu, indeks mengalami kenaikan sebesar 0,4%kemarin,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (27/4/2012).
Pengutan IHSGkemarin, dimotori oleh sektor keuangan sebesar 1,3%, industri dasar sebesar 1,2% dan manufaktur sebesar 0,6%. Sedangkan sektor yang mengalami pelemahan diantaranya perkebunan sebesar 1%, pertambangan 0,7%, dan aneka industri 0,2%.
Nilai perdagangan IHSG, senilai Rp6,193 triliun dengan sebanyak 131 saham naik, 131 saham turun dan 103 saham tidak bergerak.
Dari eksternal, sentimen datang dari laba kuartal I-2012 ExxonMobil, perusahaan minyak swasta terbesar di dunia. Pada Kamis (26/4/2012) Exxon merilis penurunan 11%. Hal itu dipicu oleh perusahaan yang meningkatkan pengeluaran untuk eksplorasi.
Perusahaan hanya meraih laba 9,45 miliar dolar AS dalam tiga bulan pertama tahun 2012 ini, dibandingkan dengan 10,65 miliar dolar AS pada periode sama tahun lalu. Laba per saham US$2, yang secara umum gagal memenuhi ekspektasi Wall Street US$2,09.
Namun, kata dia, saham-saham di Wall Street melonjak pada perdagangan tadi malam. Pemicunya adalah data yang positif dari perumahan AS (pending home sales). Namun, angka klaim pengangguran biasa-biasa saja dan laba bersih emiten-emiten bervariasi.“Dow ditutup mengalami kenaikan 0,87% sedangkan S&P 500 naik 0,67% dan Nasdaq naik 20,98%,” paparnya.
Dari belahan Eropa, walaupun bursa Eropa ditutup mengalami penguatan, tetap masih memiliki risiko. Sebab, jelang penutupan, bursa eropajustru mendapat sentimen negatif dari diturunkannya peringkat kredit Spanyol.
Standard & Poor's Rating Service (S&P)memangkas peringkat utang Spanyol menjadi BBB+ dari A. Pemangkasan ini akibat kekhawatiran negara tersebut akan dipaksa untuk mendukung lebih jauh dana untuk sektor perbankan mereka ditengah ekonomi yang sedang terkontraksi.
Pagi tadi, lanjut Gina, regional Asia dibukamengalami penguatan melalui sentimen dari eksternal. Jadi, positifnya sentimen positif regional pagi ini dan mulai rilisnya laporan emiten di dalam negeri untuk kuartal I-2012 yang bagus memberikan sentimen positif untuk perdagangan IHSG pada hari ini. “Indeks akan bergerak pada kisaransupport 4.138dan resistance 4.184,” paparnya.
Di atas semua itu, Gina merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati terutama yang sudah rilis kinerja keuangan untuk kuartal I-2012.
Antara lain, PT Telkom (TLKM) yang membukukan pertumbuhan laba bersih (unaudited) sekitar 19,6% menjadi Rp4,56 triliun dalam tiga bulan pertama 2012, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,82 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang meraih kenaikan laba bersih sebesar 29,31% per Maret 2012 menjadi Rp4,21 triliun atau Rp175,80 per saham dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang meraih laba bersih Rp3,26 triliun atau Rp135,95 per saham.
Lalu, PT AKR Corporindo (AKRA) yang meraih kenaikan laba bersih per Maret 2012 sebesar 28,49% menjadi Rp154,33 miliar dari laba bersih pada periode sama tahun sebelumnya Rp120,11 miliar.
TerakhirPT Bank Sinarmas (BSIM) yang laba bersihnya Rp39,20 miliar atau naik 20,64% per Maret 2012 dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp32,49 miliar.

0 komentar:
Posting Komentar