Jakarta - Kasus kesejahteraan buruh di pabrik-pabrik suplier terus berlanjut, tapi cenderung simpang siur. Apple dan auditor pendapatnya saling bertentangan.
Hasil audit yang dilakukan terhadap Apple oleh pihak Auditor ternyata menemukan beberapa pelanggaran. Auditor menemukan pelanggaran di tempat kerja pada tiga pabrik di China yang memproduksi perangkat-perangkat Apple.
Para buruh di ketiga pabrik tersebut bekerja melampaui batas 76 jam sesuai hukum setempat di China. Bahkan ada yang bekerja tujuh hari tanpa libur sama sekali, menurut laporan dari Fair Labor Association (FLA).
"FLA melakukan investigasi menyeluruh terhadap pabrik-pabrik supplier Apple di China; yakni pada 35 ribu pekerja dan tiga ribu jam wawancara," ujar Auret van Heerden, President FLA. "Apple dan suplier Foxconn setuju pada penyelidikan kami. Lalu kami akan mengabarkan hasilnya ke publik," tambah Heerden.
Sebelumnya, saking khawatirnya, pemerintah China meminta langsung kepada Apple untuk memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Executive Vice-Premier dari republik Rakyat China, Li Keqiang, mengatakan kepada CEO baru Apple, Tim Cook, untuk melindungi karyawan Apple di negara tersebut, terkait berita buruknya kondisi lingkungan kerja pabrik-pabrik Apple di sana.
Banyak pengamat mengatakan bahwa kondisi lingkungan kerja di pabrik Foxconn di China sangat buruk, banyak terjadi aksi bunuh diri buruh. Li mengatakan kepada Cook bahwa Apple harus memberi perhatian lebih untuk para karyawannya.
Apple sendiri di China sangat popular. Produk-produk seperti iPhone dan iPad sangat digemari di sana. Selain itu laporan dari ABC, mengenai kondisi lingkungan kerja di Foxconn, pabrik suplier di China yang merakit banyak produk dari vendor-vendor ternama termasuk Apple, mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa banyak pekerja di Foxconn dibayar di bawah standar dan bekerja melebihi waktu standar. Kini pihak Foxconn sendiri, Apple dan Fair Labor Association telah merespon laporan tersebut.
Salah seorang buruh Foxconn mengaku ia memasang logo Apple mencapai enam ribu unit iPad selama satu shift kerjanya. Dari pihak Apple mengklaim bahwa hal ini tidak mungkin. "Dalam proses manufacturing biasanya seorang buruh dalam satu shift-nya hanya memasang logo di tiga ribu unit produk saja. Dan enam ribu unit merupakan gabungan dari dua shift," jelas pihak Apple.
Auret Van Heerden, Presiden dan CEO dari Fair Labor Association (FLA), meminta kejelasan dari pihak Apple. "Diskusi FLA dengan Apple mengenai kesejahteraan buruh mulai April 2007, namun ditunda pada Maret 2008, dan kemudian dibuka kembali pada April 2009. Kami pun memutuskan melakukan survei, yang dilakukan akhir 2011," jelas Van Heerden.
Foxconn mengklaim bahwa upah buruh mereka tidak serendah yang dilaporkan berbagai pemberitaan. Pihak Apple juga sebelumnya mengatakan bahwa saat ini sejumlah pabrik suplier mereka di China sedang dalam pengawasan dari kantor pusat.
Tim Cook, CEO Apple, mengatakan bahwa demi memastikan lingkungan kerja di sejumlah pabrik suplier di China, tim audit terus melanjutkan pengawasannya. "Apple sangat serius dalam memperhatikan lingkungan kerja, yang sudah kami lakukan sejak lama," ujar Cook di acara Goldman Sachs Technology and Internet Conference, di San Francisco. [mdr]

0 komentar:
Posting Komentar