California - Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa peretasan ternyata mendominasi sekira 58% dari pencurian data dunia pada 2011.
Seperti yang dikutip dari Mashable, laporan terbaru tersebut diungkap oleh Verizon Risk team, untuk memperlihatkan gambaran komprehensif mengenai pencurian data akhir-akhir ini.
Temuan yang paling mencengangkan adalah meningkatnya aktivitas hacker dengan motif politik, ketimbang yang hanya mencari uang.
Data dari Australian Federal Police, Dutch National High Tech Crime Unit, Irish Reporting & Information Security Service, U.K.’s Police Central e-Crime Unit, dan U.S. Secret Service, yang dikumpulkan oleh Verizon Risk menemukan bahwa serangan peretas pada 2011 lebih banyak dari jumlah peretasan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.
Para penjahat cyber yang terorganisir yang rata-rata bertanggung jawab atas mayoritas peretasan dan pencurian data hingga angka 83%.
Sementara 'hacktivist jumlahnya cukup kecil jika dibandingkan dengan peretasan yang bermotifkan uang. [mor]

0 komentar:
Posting Komentar