Nonton Balapan Liar, 7 Pemuda Dihantam Kereta - sindikasi.inilah.com

Written By Unknown on Minggu, 25 Maret 2012 | 03.33

Lahat - Gara-gara asyik menonton balapan liar di atas rel, tujuh pemuda ditabrak KA Serelo. Akibatnya empat pemuda tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini terjadi di jalanan menuju PLTU Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur, Lahat pada Sabtu (24/3/2012). Ketujuh pemuda tanggung ini dihantam kereta api (KA) Serelo Loko 2018337 di KM 141/2 dengan masinis Muhaimin. Diduga kuat, suara knalpot yang bising dari para pembalap liar membuat mereka tidak mendengar kedatangan KA Serelo dari arah Palembang menuju Lubuklinggau.

Menurut seorang saksi mata, saat itu para korban sedang duduk santai di atas rel sembari menonton balapan motor ilegal. Sedangkan sepeda motor mereka diparkir di pinggir rel. “Ya, motor mereka masih lengkap di pinggir rel. Mereka ada yang yang luka-luka dan meninggal akibat dihantam kereta. Sebagian dibawa ke RSUD Lahat untuk divisum dan sebagian lagi ke RSUD Muaraenim,” ujar seorang saksi di RSUD Lahat.

Korban yang dibawa ke RSUD Lahat ada 3 orang yang semuanya tewas akibat luka parah. Ketiga korban adalah Edi Joko (24), warga Desa Sengkuang, Kumarudin (24), warga Desa Nanjungan, serta Denis (18) warga Desa Gedung Agung Kecamatan Merapi Timur.

Korban paling parah adalah Denis yang tubuhnya remuk, sementara dua korban lainnya mengalami patah tulang dan luka di kepala hingga otaknya keluar. “Keluarga korban yang menunggu di rumah sakit jelas terpukul melihat kondisi ini. Mereka histeris begitu mengetahui anggota keluarganya ada yang meninggal,” ujar saksi mata lainnya.

Bahkan saat dilakukan otopsi, tangan Denis sempat tertukar dengan empat korban yang dikirim ke Muaraenim. Keempat korban yang dikirim ke Muaraenim adalah Jenson Yansah (24), Yansuri (20), dan Dedi Triando (17). Sedangkan korban Lutfiansyah (17) dikabarkan meninggal di RSUD Muaraenim akibat luka yang dideritanya sangat parah.

Kapolres Lahat AKBP Benny Subandi melalui Kasubsektor Merapi Timur Bripka Djoko Sutikno, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat para korban berada di arena balap liar. “Tiga korban tewas di lokasi kejadian. Korban lain mengalami luka berat. Penyebabnya, korban dan puluhan rekan-rekannya sedang menggelar aksi balapan ilegal dan diduga korban yang menonton ini tersapu oleh KA,” ujar Djoko yang dihubungi via telepon seluler.

Beberapa warga menuturkan, selama ini di kawasan tersebut memang selalu dijadikan arena balapan liar oleh pemuda setempat. Warga berharap pihak kepolisian melakukan tindakan agar lokasi tersebut tidak lagi dijadikan arena balapan liar. [ton]

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik