Bersahabat dengan Stroke Hindari Kematian Dini - gayahidup.inilah.com

Written By Unknown on Sabtu, 31 Maret 2012 | 21.24

Jakarta - Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh pertama di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.

Karenanya, beragam edukasi mengenai pencegahan dan penanganan stroke sangat diperlukan untuk mengurangi tingkat kematian penderitanya.

"Selama ini masih banyak pasien dan keluarganya yang mempunyai kesalahan informasi mengenai pencegahan dan penanganan stroke sehingga menyebabkan tingkat kecacatan yang berlangsung seumur hidup serta kematian yang tinggi," kata Dokter Spesialis Syaraf RS Premier Jatinegara Dr. Sukono Djojoatmodjo,SpS dalam acara Seminar & Gathering RS Premier Jatinegara tentang 'Pentingnya Informasi untuk mencegah dan menangani stroke', di Jakarta, Sabtu (31/3).

Dr Sukono menjelaskan, stroke merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak tiba-tiba terganggu. Kurangnya aliran darah ke dalam jaringan otak, menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf di otak.

" Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi saraf yang dikendalikan oleh jaringan itu," jelas Dr Sukono yang juga Direktur Rs Premier Jatinegara itu.

Menurutnya, Stroke merupakan penyebab kematian terbesar ketiga pada warga lanjut usia dan dapat menyebabkan kecacatan yang berlangsung seumur hidup.

Lebih lanjut dijelaskan, stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi akibat adanya gangguan aliran darah ke otak. Gangguan itu dapat berupa adanya penyumbatan pembuluh darah, maupun terjadinya pendarahan di otak.

Dan gejalanya timbul secara tiba-tiba, sesuai dengan daerah otak yang terganggu, seperti mengalami kelumpuhan, adanya gangguan sistem rasa (baal, kesemutan), gangguan bicara (menjadi cadel atau pelo) dan gangguan bahasa (tak bisa bicara), gangguan menelan, gangguan keseimbangan (yang berakibat vertigo, tetapi vertigo tidak selalu karena stroke), atau gangguan penglihatan (buta mendadak).

Karenanya, sambung Dr Sukono, jangan menunda-nunda untuk segera membawa orang yang dicurigai terkena stroke ke RS, bukan klinik atau lainnya, terutama RS yang memiliki peralatan lengkap untuk stroke, seperti yang ada di RS Premier Jatinegara.

"Dengan tidak menunda, berarti dimungkinkan untuk mendapatkan perawatan atau pengobatan yang lebih baik. “Time lost is brain lost” ,"ungkapnya.

Pada empat jam pertama terjadinya serangan, merupakan kesempatan terbaik untuk dilakukan pengobatan stroke jenis sumbatan. Tetapi, jangan khawatir, stroke dapat dicegah. Caranya adalah, mengatasi faktor-faktor risiko stroke.

Memang tidak semua faktor risiko stroke dapat diatasi. Lalu apa saja faktor risiko itu ? Umur dan riwayat stroke, keduanya lak mungkin diatasi, dan yang dapat diubah adalah hipertensi, diabetes, kadar lemak dalam darah, riwayat penyakit jantung, kegemukan atau obesitas, kurang kegiatan fisik atau berolahraga, dan merokok.

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik